Dua orang cerdas bertemu seperti dua pedang yang sama tajamnya. Mereka membaca pikiran satu sama lain sebelum kata-kata sempat diucapkan. Logika mereka bertabrakan, menganalisis kemungkinan sebelum ada rasa yang benar-benar tumbuh. Setiap perasaan diuji dengan skeptisisme. setiap getaran hati harus lulus uji empiris sebelum diakui sebagai cinta.

Mereka berdebat tentang arti ketulusan, tentang bagaimana cinta seharusnya tidak berlandaskan kelemahan, tetapi lalu sadar bahwa cinta sejati justru tidak membutuhkan perhitungan. Cinta yang terlalu dianalisis kehilangan spontanitasnya, seperti api yang padam oleh angin yang terlalu banyak bertanya

Cinta, pada akhirnya, butuh keseimbangan. Seseorang harus cukup "bodoh" untuk melompat tanpa menghitung seberapa dalam jurang di depannya Seseorang harus rela mencintai tanpa alasan yang bisa dijelaskan, tanpa peta, tanpa rumus. Bukan kebodohan dalam arti sesungguhnya, tetapi keberanian untuk melepaskan logika sesekali, membiarkan perasaan menjadi satu-satunya kompas.

Dua orang yang sama cerdasnya mungkin akan terus mengukur, menimbang, dan pada akhirnya sadar bahwa mereka tidak akan pernah bisa benar-benar jatuh cinta. Karena cinta sejati bukanlah sesuatu yang hanya bisa dipahami ia harus dijalani. dengan sedikit kegilaan, sedikit ketidakpastian, dan satu orang yang cukup "bodoh" untuk percaya bahwa cinta memang seharusnya seperti itu.

Orang gila jatuh cinta seperti langit jatuh ke laut, tak ada yang bisa menghentikannya, tak ada yang bisa memahaminya. la mencintai tanpa pagar, tanpa hitungan, tanpa takut kehilangan. Baginya, cinta bukan perasaan yang harus dikendalikan, melainkan arus yang harus diikuti, gelombang yang harus diterjang

la menulis namamu di udara, berbicara dengan bayanganmu di dinding, tersenyum kepada bulan seolah-olah ia adalah saksi cintanya. la tidak peduli pada realitas, tidak peduli pada kemungkinan dikhianati atau ditinggalkan. Baginya, cinta tidak butuh logika, tidak butuh jaminan, hanya butuh keyakinan bahwa kau ada, bahwa kau nyata, meskipun hanya dalam kepalanya.

Orang gila jatuh cinta dengan cara yang tidak bisa dimengerti oleh dunia. Karena dunia terlalu waras, terlalu takut terluka, terlalu sibuk memastikan segalanya masuk akal. Padahal, cinta sejati memang seharusnya sedikit gila, berani, tanpa batas, dan tidak takut tersesat di dalamnya.


Goresan Pena Tuban