"Life without love is no life at all". Kalau hidupmu tidak ada unsur cintanya maka sebenarnya kamu tidak hidup. Karena unsur yang paling mulia dan paling berharga di kehidupan kita, fasilitas paling mewah yang diberikan oleh Allah pada manusia itu adalah cinta.
Terus adalagi "If there is not love what then?". Kalau tidak ada cinta bagaimana kita harus hidup. Hidup kita tidak akan ada nilainya. Ketika tidak ada cinta maka hidup kita isinya adalah pamrih, interest-interest, kepentingan-kepentingan, egoisme-egoisme. Ini semua adalah sumber segala macam konflik dalam kehidupan kita, jadi kita membutuhkan cinta. Nah, Leonardo mengatakan "Semakin dalam rasa akan semakin besar sakitnya". Meskipun tidak putus cinta, itu perjuangan dan pengorbanan, karena yang di korbankan itu ego. Pengorbanan ego itu sakit. Kamu maunya ABC tapi karena ada dia yang ABC harus kamu ganti jadi DEF. Itu adalah pengorbanan dan itu sakit. Tapi sakitnya cinta itu nikmat. Cuma ini hanya diketahui yang pernah (mengalami) maka kalau ingin tau CINTALAH.
'Tidak ada yang bisa dicintai atau dibenci sebelum dimengerti". Seseorang tidak punya hak untuk mencintai atau membenci sesuatu jika dia belum memiliki pengetahuan tentangnya. Cinta yang besar berasal dari pengetahuan yang dalam terhadap objek yang dicintai, dan jika engkau hanya mengetahui sedikit, cintamu pun hanya sedikit atau sebenarnya bukan cinta. Jadi, Leonardo berkata "Tak kenal maka tak sayang". Kenal bukan berarti hanya mengetahui nama dan alamatnya, kenal itu kamu paham ihwal dirinya. Salah satu komponen cinta adalah pengetahuan. Kamu harus punya pengetahuan dan mengejar pengetahuan tentang yang dicintai. Semakin kamu sadar dan mengetahui tentang yang kamu cintai, biasanya cinta itu akan semakin besar. Kalau tidak, berarti itu bukan cinta. Misalkan semakin kamu tahu tentang dirinya, tambah tidak cinta terhadap dirinya, berarti itu bukan cinta, tapi hanya sekedar negosiasi masih bersyarat.
